Sambutan Kepala Madrasah

Senin, 31 Januari 2022

KBRI Tashkent, Perkenalkan Budaya Sunda dan Bahasa Indonesia di Uzbekistan


DESKJABAR - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent, Uzbekistan, memperkenalkan budaya sunda dan Bahasa Indonesia sebagai salah satu kerjasama pendidikan. 

Bahasa Indonesia kini menjadi salah satu mata kuliah yang dipelajari perguruan tinggi di negara Uzbekistan.

Hal tersebut merupakan bagian dari kerjasama pendidikan dan budaya Indonesia-Uzbekistan.

Informasi dikirimkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tashkent, kepada DeskJabar, Minggu, 2 Mei 2021, menyebutkan, diantara promosi budaya Indonesia dan melestarikan budaya angklung, KBRI Tashkent menyerahkan set angklung kepada Samarkand State Institute of Foreign Languages di kota Samarkand, Uzbekistan.

Penyerahan tersebut sudah dilakukan pekan lalu, dimana angklung tersebut berasal dari Saung Mang Udjo, Bandung. Penyerahan angklung dengan skala besar seperti ini merupakan pertama kali di Uzbekistan.

Alat musik angklung merupakan salah satu kesenian budaya Sunda, yang merupakan khazanah seni Indonesia. 

Di institut tersebut juga mahasiswa Uzbek mempelajari bahasa Indonesia sebagai mata kuliah. Pemerintah Indonesia melalui Program BIPA Kemdikbud setiap tahun mengirim guru BIPA.

Pada acara penyerahan, para mahasiswa Uzbekistan yang baru pertama kali memegang angklung, turut memainkan beberapa lagu Indonesia meskipun hanya melakukan latihan dalam waktu singkat.

Ada pun lagu yang dimainkan antara lain, adalah Burung Kaka Tua, Edelweiss, serta tidak lupa memainkan lagu populer Uzbekistan, yaitu “Chaykhana”.

Dubes RI untuk Uzbekistan merangkap Kyrgyzstan, Sunaryo Kartadinata mengharapkan dengan adanya angklung, semakin banyak pemuda-pemudi Uzbekistan yang tertarik dengan budaya dan bahasa Indonesia.

Rektor SamSIFL Mr. Ilkhomjon Tukhtasinov mengatakan acara ini merupakan momentum yang besar dalam sejarah kerja sama pendidikan dan budaya Indonesia-Uzbekistan dan berharap semoga mahasiswa Uzbekistan yang kini belajar bahasa Indonesia, ke depannya menjadi pionir penerus hubungan Indonesia-Uzbekistan ***

Sumber: Pikiran Rakyat