Sambutan Kepala Madrasah

Minggu, 21 Januari 2018

Prof Sunaryo : Pemetaan Revitalisasi Laboratorium BK

MALANG : Laboratorium merupakan unsur penting yang perlu diperhatikan, untuk peningkatan kualitas Program Studi Bimbingan Konseling di perguruan tinggi. Karena itu sudah saatnya dilakukan revitalisasi terhadap Laboratorium Bimbingan Konseling untuk menunjang peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa.

Demikian ditegaskan Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., pakar Bimbingan Konseling dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, saat tampil dalam Seminar dan Lokakarya Nasional. Seminar dan Lokakarya Nasional digelar 3-6 Agustus 2017, di Hotel Atria Malang, diselenggarakan Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Semiloka Nasional dihadiri 200 orang lebih pakar Bimbingan Konseling dari 74 kampus di Indonesia.

“Dalam kaitan ini perlu ada pemetaan revitalisasi laboratorium bimbingan konseling. Salah satu bidang dalam pemetaan revitalisasi tersebut yakni adanya spektrum laboratorium yang meliputi hal-hal dasar, hal yang fungsional serta riset dan pengembangan laboratorium,” tegas Prof Sunaryo penuh semangat.
Pada pemetaan revitalisasi tersebut, lanjut Prof Sunaryo, fungsi laboratorium Bimbingan Konseling terbagi dalam tiga bidang yakni sebagai sarana pendidikan, penelitian, serta pengabdian dan layanan masyarakat. Dalam kaitan ini capaian pembelajaran yang dijadikan target atau sasaran, yakni meliputi sikap, penguasaan pengetahuan, keterampilan khusus serta keterampilan umum.

Menurut Prof Sunaryo, capaian pembelajaran terkait sikap antara lain bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas, berdasarkan agama, moral dan etika. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara serta kemajuan peradaban  berdasarkan Pancasila.

Sedangkan penguasaan pengetahuan, tegas Prof Sunaryo, yakni menguasai konsep teoritis tentang bimbingan konseling, pendidikan, psikologi, sosial budaya dan antropologi. Menguasai prinsip dan teknik konseling psikodinamik, humanistik, behavioristik, kognitif, postmoderen dan integratif. Menguasai metodologi penelitian bimbingan konseling berdasar kaidah dan etika ilmiah menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.

Prof Sunaryo menuturkan, keterampilan khusus di antaranya yakni mampu menyusun program bimbingan konseling yang komprehensif dan memandirikan yang bersifat preventif dan developmental, berdasarkan pada pemikiran yang logis dan kritis. Sedangkan keterampilan umum di antaranya mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaga. (Zen)

Sumber: www.dutanews.net