Sambutan Kepala Madrasah

Selasa, 03 Januari 2023

KBRI Tashkent Dorong Peningkatan Perdagangan Indonesia-Uzbekistan

Willy Haryono


Tashkent: Sejumlah pengusaha Uzbekistan turut ambil bagian dalam kegiatan Business Gathering yang diadakan pada 18 Mei 2022 di Hotel Hyatt Tashkent. Acara yang diprakarsai KBRI Tashkent ini terselenggara atas dukungan ITPC Dubai, Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dan Uzbekistan.
 
Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan, Sunaryo Kartadinata, menggarisbawahi pentingnya upaya bersama untuk mengoptimalkan potensi guna meningkatkan perdagangan kedua negara yang dinilai masih rendah.
 
Berdasarkan keterangan di situs Kemenlu RI, Rabu, 25 Mei 2022, Dubes Sunaryo juga mengajak pelaku usaha di Uzbekistan untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan diadakan pada Oktober 2022.

Pada sesi paparan, Ketua ITPC Dubai, Muhammad Khomaini, dan Ketua KADIN Indonesia wilayah Asia Tengah, Robert Tampubolon, memberikan penjelasan mengenai kebijakan ekspor dan impor Indonesia dan produk- produk yang menjadi komoditas untuk dipasarkan di Uzbekistan.
 
Dari sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah pengusaha menyatakan minatnya untuk bekerja sama dengan Indonesia. Di antaranya, keingingan mengimpor 50 ribu ton minyak sawit dan produk turunannya dari Indonesia, produk ban mobil, teh dan juga biji kopi.
 
Sebagai tindak lanjut, KBRI Tashkent akan mengadakan pertemuan teknis secara virtual dengan pihak terkait di Indonesia.
 
 
(WIL)

Pertemuan Duta Besar Sunaryo Kartadinata dengan Direktur The Iinternational Institute for Central Asia Studies


Dubes Sunaryo Kartadinata didampingi PF.Politik telah melakukan kunjungan ke Samarkand pada hari Sabtu tanggal 3 Desember 2022 dalam rangka pertemuan dengan  Direktur “the International Institute for Central Asia Studies" (IICAS), Dmitriy Voyakin di kantornya di Samarkand dan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa dari the Silk Road International University for Tourism and Cultural Heritage.

IICAS merupakan lembaga riset yang mempromosikan ilmu pengetahuan dan budaya di Asia Tengah yang didirikan pada tahun 1995 dengan misi mengembangkan kerjasama para saintis negara anggota dengan mitra asing dalam kajian multidisiplin mengenai warisan benda dan tak benda, lingkungan, arkeologi, sejarah, sejarah seni, sejarah agama, sejarah sain, sejarah geografi, sejarah agama, literatur lisan dan tertulis, ilmu sosial dan lain-lain. Melalui pertemuan ini, diharapkan IICAS dapat melakukan kerjasama dengan lembaga serupa di Indonesia.

Di Samarkand terdapat sekitar 10 WNI dimana 2 orang diantaranya merupakan mahasiswa dan 8 orang bekerja sebagai terapis spa di sebuah hotel berbintang lima di Samarkand. Selain memberikan arahan, Dubes juga memberikan sumbangan produk Indonesia yang baru  beredar di pasar Uzbekistan nkepada mereka.

Sumber: https://www.kemlu.go.id/tashkent/id/news/22274/pertemuan-duta-besar-sunaryo-kartadinata-dengan-direktur-the-iinternational-institute-for-central-asia-studies

Dubes RI Untuk Uzbekistan Dongkrak Ekspor Makanan-Minuman Instan


RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah kopi Torabika sukses menarik minat penikmat kopi instan di Uzbekistan, kini giliran kopi Good Day yang mulai memasuki pasar-pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di negara yang dijuluki Negeri Jalur Sutra.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Uzbekistan Sunaryo Kartadinata berkesempatan mengunjungi gudang penyimpanan kopi Good Day di Kota Tashkent dan menyaksikan langsung proses unloading salah satu kontainer bersama pihak importir, Senin (26/12).

“Kopi instan Indonesia dengan cita rasa manis memiliki peluang cukup besar di Uzbekistan karena cocok dengan selera warga Uzbekistan yang umumnya menyukai makanan penutup dan minuman bercita rasa manis,” ujar Dubes Sunaryo, dalam keterangannya, kemarin.

Masuknya kopi Good Day menambah daftar produk makanan dan minuman Indonesia yang telah beredar di Uzbekistan, selain kopi Torabika, kopi ABC, mi instan merek Mie Sedaap dan kopi Kapal Api Luwak Easy Drip.

Dubes Sunaryo menambahkan, meskipun di Uzbekistan banyak merek kopi instan dari berbagai negara lainnya, namun pangsa pasar masih terbuka luas seiring meningkatnya demand dan daya beli masyarakat sebagai dampak pertumbuhan ekonomi yang baik.

Pada 2022, impor produk makanan dan minuman Uzbekistan mengalami peningkatan sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber: https://rm.id/baca-berita/internasional/155352/dubes-ri-untuk-uzbekistan-dongkrak-ekspor-makananminuman-instan

Harumkan Indonesia, Dosen ITS Juarai Kompetisi Karate di Uzbekistan

Dubes RI untuk Uzbekistan Sunaryo Kartadinata dan Ketua Umum PB INATKF Muchamad Muchas Rowi bersama kontingen Indonesia beserta pihak penyelenggara kompetisi di Uzbekistan


Kampus ITS, ITS News – 
Tak hanya dalam bidang teknologi, sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mampu mengukir prestasi di tingkat internasional. Prestasi kali ini ditorehkan oleh salah satu dosen Departemen Teknik Kelautan ITS Dr Eng Kriyo Sambodho ST Meng yang membanggakan Indonesia lewat raihan medali perak pada ajang 3rd Traditional Karate Asia – Oceania Cup 2022 di Tashkent, Uzbekistan, Minggu (11/12) lalu.

Dhodot, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kompetisi yang diselenggarakan oleh Uzbekistan Traditional Karate-Do International Traditional Karate Federation (ITKF) ini diikuti oleh 11 negara. Di antaranya Uzbekistan, Jepang, Mesir, Pakistan, Kuwait, Indonesia, Palestina, Turkmenistan, Tajikistan, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.

Lanjut Dhodot, perolehan medali perak pada kategori umur 46 hingga 50 tahun yang didapatnya merupakan hasil persiapan yang telah dilakukan sejak awal tahun lalu. Selama periode tersebut, dosen Laboratorium Konstruksi Bangunan Laut ini menjalani pelatihan jangka panjang bersama Pengurus Daerah Jawa Timur Federasi Karate Tradisional Indonesia (INATKF).

Kendati sempat terkendala karena perbedaan cuaca akibat musim dingin yang melanda, namun Dhodot dan karateka dari Indonesia lainnya tetap dapat memberikan performa maksimalnya selama berada di Uzbekistan. “Bertanding saat musim dingin adalah pengalaman pertama bagi sebagian besar perwakilan Indonesia dengan persiapan hanya selama dua hari untuk beradaptasi,” tuturnya.

Dhodhot mengungkapkan, respon positif turut didapatkan dari Ketua INATKF Muchlas Rowi yang menyambut gembira prestasi para karateka yang berhasil membawa tiga medali emas, dua perak, dan tujuh perunggu. Perolehan dari lima karateka ini sendiri membawa Indonesia menjadi peringkat kedua Juara Umum pada kompetisi tersebut.

Menggeluti olahraga ini semenjak di bangku Sekolah Menengah Pertama, Dhodot kerap menorehkan namanya di beberapa kompetisi baik dalam skala nasional maupun internasional. Di antaranya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Erick Thohir dan raihan juara kedua pada Internasional Czech Open Karate Cup 2021 dengan kategori umur 46 hingga 50 tahun.

Lewat prestasi ini, Dhodot ingin menyampaikan kepada mahasiswa ITS untuk tak kenal lelah dan tekun mendalami bidang-bidang yang disukai. Dhodot menilai bahwa dengan didampingi doa, kecerdasan, dan keyakinan akan membawa keberhasilan bila dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Keberhasilan akan mengikuti bila sesuatu dilakukan dengan ikhlas, penuh pengorbanan, serta tak semata mengejar materi,” tutupnya berpesan.

Adapun nama-nama karateka lain yang telah berprestasi menyumbangkan medali untuk Indonesia di ajang tersebut antara lain adalah Erwin Syauridhani, Devia Amylia Putri, Ehwatu Zuriyah, dan Roberdto Lusiandro Manu. (HUMAS ITS)

Reporter: Ricardo Hokky Wibisono


Sumber: https://www.its.ac.id/news/2022/12/14/harumkan-indonesia-dosen-its-juarai-kompetisi-karate-di-uzbekistan/

Seminar Pedagogi Series 2 FIP UNJ Bersama Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan


Pada Jumat, 07 Oktober 2022 Fakultas Ilmu Pendidikan mengadakan seminar Pedagogi secara daring. Seminar ini diisi oleh Prof Sunaryo Kartadinata, seorang guru besar dari Universias Pendidikan Indonesia (UPI) selaku duta besar Indonesia untuk Uzbekistan. 
Selain dihadiri oleh sivitas akademika Fakultas Ilmu Pendidikan, seminar ini juga dihadiri oleh mahasiswa dan guru dari seluruh Indonesia serta dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia. Lebih dari 150 orang hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut. Adapun tema yang diangkat adalah tentang Pedagogi(k) dan sistem Pendidikan di Indonesia. Panitia pelaksana yang terlibat antara lain dari dosen di lingkungan fakultas ilmu pendidikan.

Kegiatan ini dibuka oleh wakil Dekan I, Dr. Wirda Hanim., M.Psi dan menyampaikan bahwa ide kegiatan ini dimaksudnya untuk penyegaran kembali ruh pedagogi dalam ilmu pendidikan di kalangan dosen dan guru. Dr. Hanim yang dalam hal ini mewakili Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan menambahkan bahwa seminar ini pada awalnya dijadwalkan akan dilaksanakan dengan 12 materi yang berbeda dan akan dibukukan. Adapun penulis buku adalah dosen yang telah dipilih di lingkungan FIP.
Sumber: https://fip.unj.ac.id/?p=3767

Senin, 31 Januari 2022

Sumbangkan Buku Bahasa Indonesia untuk Tashkent State Institute of Oriental Studies

Penyerahkan 170 buku dan 450 kamus saku Indonesia-Uzbek ke Tashkent State Institute of Oriental Studies (TSIOS), kampus yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama.

TASHKENT– Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kerja sama pendidikan dan minat mahasiswa dalam belajar Bahasa Indonesia, Dubes RI Tashkent Y.M. Bpk. Sunaryo Kartadinata menyerahkan 170 buku dan 450 kamus saku Indonesia-Uzbek saat berkunjung ke Tashkent State Institute of Oriental Studies (TSIOS) (30/01/2020).

Di kampus, yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama tersebut, Dubes RI disambut dengan hangat oleh Rektor TSIOS, Mrs. Gulchekhra Rikhsievapada beserta jajarannya, yaitu Wakil Rektor Bidang Internasional dan Dekan Fakultas Filologi.

Rektor TSIOS menyampaikan bahwa saat ini kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia semakin berkembang dan maju dibandingkan sebelumnya, terutama sejak kedatangan Dosen BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2018. Selain itu, disampaikan bahwa di TSIOS sudah terdapat Pusat Indonesia, yang diharapkan menjadi pusat untuk mengembangkan berbagai disiplin kajian ilmu lain selain bahasa, seperti ekonomi, politik, hukum.

Menyambut hal tersebut, Dubes RI menyampaikan apresiasinya bahwa Bahasa Indonesia telah diperhitungkan sebagai bahasa pertama. Dubes RI juga menyambut gembira bahwa Pusat Indonesia, yang meningkatkan jumlah peminat mahasiswa belajar Bahasa Indonesia, ingin dikembangkan lebih jauh dari sekedar pusat pembelajaran bahasa, melainkan bidang lain, yang ke depannya dapat meningkatkan hubungan people-to-peole contact.

 “Dengan kehadiran buku-buku dari UPI tersebut diharapkan lebih banyak mahasiswa yang tertarik untuk belajar bahasa Indonesia. Bahkan, tidak hanya untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, tetapi juga mempelajari Indonesia secara keseluruhan,” ucap Duta Besar di hadapan Rektor.

Dalam diskusi turut dibahas mengenai tindak lanjut MoU antar-universitas yang telah ditandatangani, pembelajaran jarak jauh menggunakan TI, dan penjajakan penawaran beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) TA 2020/2021. 

Sumber: KBRI Tashkent

Duta Besar Indonesia Untuk Uzbekistan Dan Kyrgyzstan Sunaryo Kartadinata Jadikan Pencak Silat Perekat Persahabatan


RM.id
  Rakyat Merdeka - Kiprah pencak silat terus menjalar ke sejumlah negara, terutama Asia Tengah dan Eurasia. Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan dan Kyrgystan Sunaryo Kartadinata berharap seni bela diri khas Tanah Air ini bisa menjadi salah satu alat perekat persahabatan antar bangsa.

“Pencak Silat di Asia Tengah dan Eurasia perlu didorong karena sudah semakin diminati,” Dubes Sunaryo saat membuka kejuaraan Pencak Silat se-A sia Tengah dan Eurasia, Sabtu (30/3).

Semangat kedua negara itu dalam bersilat meningkat setelah atlet Uzbekistan dan Kyrgyzstan masing-masing menang 1 dan 2 medali perunggu di Asian Games 2018.

Dubes Sunaryo menekankan, Pencak Silat dapat meningkatkan people-to-people contact, serta menjadi arena untuk membangun hidup damai dan harmoni. Dia berharap kejuaraan pencak silat menarik minat berbagai pihak. Mulai dari swasta hingga Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Olahraga dan Komite Olahraga Nasional.

Kejuaraan diikuti 300 atlet. Pertandingan ini pertama kali diselenggarakan di tingkat Asia Tengah dan Eurasia dengan negara peserta yaitu Uzbekistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Afganistan, Rusia, dan Turki. Bertindak sebagai pihak penyelenggara adalah Federasi Pencak Silat Uzbekistan yang dipimpin Aziz Djurabaev.

Melihat perolehan medali pencak silat Uzbekistan di Asian Games 2018, Aziz Djuarabev menyampaikan optimismenya bahwa Pencak Silat di regional akan semakin maju. Para sponsor pun semakin bertambah. Kejuaraan tersebut digelar untuk menggalang persahabatan di antara negara-negara tetangga Uzbekistan.

Persahabatan menjadi kunci harmonisasi segala sekat perbedaan ekonomi, agama, dan politik. Sebagai simbol harmonisasi tersebut, ditampilkan tarian Nusantara yang merupakan medley dari tarian seluruh daerah Indonesia oleh penari KBRI dan mahasiswi Uzbekistan State University of World Languages.

Kejuaraan yang berlangsung dua hari tersebut dilaksanakan dengan pembagian berdasarkan kategori menurut berat badan, jenis kelamin, umur, dan kelas seperti tunggal, ganda, kelas 39-43 kg, dan 65-70 kg. [DAY]

 

Duta Besar RI Hadiri Peresmian Hotel Sahid Zarafshon di kota Bukhara, Uzbekistan


Bukhara
. Dalam rangka peresmian pembukaan Hotel Sahid Zarafshon di Bukhara, Uzbekistan, Duta Besar RI untuk Uzbekistan merangkap Kyrgyzstan menghadiri acara peresmian pembukaan hotel Sahid Zarafshon di kota Bukhara (03/03/2020).

Peresmian hotel tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan perjanjian kerjasama pengelolaan hotel Sahid Zarafshon Bukhara antara perusahaan Devel Eco Group LLC (Uzbekistan) dan PT Hotel Sahid Jaya Tbk. (Indonesia) yang telah dilaksanakan pada bulan November 2019.
Acara dibuka oleh sambutan dari Mr. Kamilov Karim Jamalovich (Gubernur Bukhara) dilanjutkan oleh Dubes RI Tashkent, Bpk. Sunaryo Kartadinata, Ibu Sarwo Budi Wiryanti Sukamdani (Komisaris Utama Sahid Group) dan Mr. Nasriddin Rashidov (Presiden Direktur Devel Eco Group LLC).
Hadir mewakili PT Hotel Sahid Jaya Tbk. adalah Bpk. Hariyadi Sukamdani (Direktur Utama Sahid Group), Ibu Exacty B. Sryantoro (Wakil Direktur Utama) dan Ibu Vivi Herlambang (Direktur Pengembangan Bisnis, Penjualan & Pemasaran). Acara pembukaan juga dimeriahkan oleh tarian tradisional Indonesia yang dipertunjukkan oleh staf kesenian dari KBRI Tashkent.
Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar RI menyampaikan bahwa proyek kemitraan antara pengusaha dari kedua negara, Sahid Group Indonesia dan Devel Eco Group LLC, menunjukkan kepercayaan Indonesia dalam potensi pengembangan dan iklim investasi di Uzbekistan. Selanjutnya dijelaskan pula oleh Dubes Sunaryo bahwa besar harapan untuk kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dan akan semakin memperkuat ikatan antara kedua negara ke depannya.
“Saya yakin bahwa dengan manajemen dan pengalaman Sahid Group Indonesia, sebuah perusahaan besar yang sangat berpengalaman dalam pembangunan dan pengelolaan kompleks hotel dan lainnya, maka operasional Sahid Zarafshon Hotel di Bukhara ini akan berjalan dengan sangat baik" ujar Dubes Sunaryo.

Hotel Sahid Zarafshon di Bukhara ini juga merupakan hotel pertama dari tiga rencana ekspansi Sahid Group Indonesia di Uzbekistan dimana dua hotel lainnya akan berada di kota Samarkand (satu sebagai pengelola dan satu merupakan kepemilikan penuh dari Sahid Group sebanyak 300 kamar yang akan diresmikan pada tahun 2021.) (Sumber: KBRI Tashkent)